News & Events

Trends 1 Social Media 2021 - Race to ROI

 Andi Diputra  |     8 Oct 2021, 09:07

Trends 1 Social Media 2021 - Race to ROI - Return On Investment (ROI) adalah KPI yang digunakan dalam pemasaran yang menunjukkan rasio persentase modal yang diinvestasikan terhadap laba yang dihasilkan. Pentingnya memahami Return On Investment (ROI) adalah karena merupakan tolok ukur keuntungan suatu bisnis.

Saat ini terjadi pandemic Covid19, terjadi pengurangan anggaran, terjadi resesi ekonomi sehingga menjadi tantangan bagi marketers untuk mendapatkan customers baru.

Trends 1 Social Media 2021 - Race to ROI

Menurut survei Social Trends 2021, 3 hasil teratas yang ingin dicapai oleh organisasi dengan social media adalah pertama meningkatkan pelanggan baru, ke-2 brand awareness, dan yang ke-3 mendapatkan konversi (mau itu leads atau purchase), dibandingkan dengan tahun lalu "meningkatkan pelanggan baru" hanya 46%, menandai adanya peningkatan 58% dari tahun ke tahun.

Bukan hanya mendapatkan customers baru, tetapi mereka juga perlu memberikan pengalaman sosial online yang membantu membangun relationships and brand loyalty. Bagaimana caranya?

Contohnya seperti membuat video pendek yang menunjukan tutorial dan manfaat dari sebuah produk skincare. Tidak hanya menumbuhkan loyalitas pelanggan, tetapi juga bisa mendorong penjualan.

Mengapa bisa menumbuhkan loyalitas pelanggan dari video turorial skin care ini? Karena pemirsa/pelanggan akan penasaran dengan tutorial skin care berikutnya / lainnya, yang mungkin bermanfaat bagi mereka, jadi pemirsa/pelanggan akan selalu menunggu manfaat produk berikutnya dan seterusnya.

Baca Juga: 5 Tren Social Media 2021 yang Wajib Anda Ketahui

Setelah mengetahui trends pertama race to ROI, apa yang harus kita lakukan?

1. Multiply ROI by adding more channels

Setiap saluran yang Anda tambahkan dapat meningkatkan ROI dan efektivitas hingga 35%. Anda bisa mulai dengan menambahkan konten buatan pengguna/pelanggan User Generated Content (UGC).

Apa itu user generated content? UGC adalah berbagai bentuk konten berupa foto, tulisan, video, maupun review yang dibuat oleh pelanggan, konsumen, atau followers yang disebarkan di social media mereka. Biasanya mereka melakukan hal ini untuk menceritakan pengalaman dan opini mereka menggunakan suatu produk/jasa yang mereka sukai.

Kadang, mereka juga menggunakan hashtags dan mention brand tersebut agar ditemukan oleh brand nya. Kalau ini terjadi, biasanya brand akan me-repost dan menampilkan konten tersebut dalam situs atau media sosial mereka dan menggunakannya sebagai salah satu bahan marketing.

Bedanya dengan Influencer Marketing adalah brand tidak harus membayar para konsumen untuk UGC karena mereka melakukan ini dengan suka rela. Maka dari itu, konten ini sangat kuat untuk meyakinkan pembeli potensial karena faktor kejujurannya. Faktanya, 90% pembeli mengatakan bahwa pembelian mereka dipengaruhi oleh UGC dan 73% pembeli mengalami peningkatan dalam kepercayaan pembelian mereka karena UGC.

2. Turn inspiration into revenue

Ciptakan suasana berbeda yang menarik dalam proses pembelian online. Seperti menggunakan Instagram Live. Berikan inspirasi kepada pelanggan dengan memperkenalkan mereka pada hal-hal yang mereka tidak tahu mereka butuhkan atau inginkan.

Live Streaming adalah cara hebat lainnya bagi merek, pakar, perusahaan dan pelanggan untuk terhubung. Contohnya: Di Cina, acara streaming langsung Tommy Hilfiger menarik 14 juta pemirsa. Mereka menjual 1.300 hoodies dalam dua menit. Di AS, acara belanja streaming langsung diprediksi menghasilkan penjualan $25 miliar pada tahun 2023.

3. Put social back in shopping

Pastinya sulit atau ragu untuk Anda melakukan pembelian jika tidak melihat, menyentuh, atau berinteraksi dengan produk yang akan Anda beli secara langsung jika tidak ada review produk yang terpercaya dari konsumen lain atau pakar yang bisa ditanyakan secara langsung.

Adanya Q&A secara langsung, kerja sama dengan influencer atau bagikan konten buatan pengguna (UGC). Ini semua adalah cara untuk meningkatkan kepercayaan pembeli pada produk yang tidak dapat kita lihat secara langsung.

4. Focus on customer loyalty

Social media menjadi penghubung antara organisasi dan pelanggan. Forrester memperkirakan bahwa pembelanjaan untuk loyalitas dan mempertahankan pelanggan akan meningkat 30% pada tahun 2021. Jadi sebagai perusahaan harus mendengarkan dan menanggapi keluhan pelanggan untuk mencegah perginya pelanggan.

Sumber: Hootsuite

Need Software Support?

Our support team is standing by with the resources and answers you need. Don't hesitate to contact us below:

PT. STRATEGIC PARTNER SOLUTION

Graha Indramas Building 6th Floor
Jl. K.S. Tubun Raya No. 77
Jakarta 11410
Phone : (+6221) 5367 3270
Marketing : +62 81287000879