News & Events

Peraturan Jam Lembur dan Perhitungan Upah Lembur Menurut Depnaker

  3 Feb 2020, 16:26

Setiap karyawan pasti pernah merasakan lembur kerja di kantor, baik itu karena kemauan sendiri ataupun tuntutan perusahaan.

Setiap perusahaan memiliki kebijakan masing-masing mengenai lembur, termasuk waktu dan perhitungan upah lembur. Namun, banyak diantara karyawan yang masih belum mengetahui secara detail mengenai perhitungan upah lembur. Terkadang karyawan hanya menerima saja upah lembur yang ditetapkan perusahaan.

Ketentuan tentang waktu kerja lembur dan upah kerja lembur diatur dalam Undang-Undang no.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 78 ayat (2),(4), pasal 85 dan lebih lengkapnya diatur dalam Kepmenakertrans no.102/MEN/VI/2004 mengenai Waktu dan Upah Kerja Lembur.

Peraturan Jam Lembur dan Perhitungan Upah Lembur Menurut Depnaker

Waktu Kerja Lembur

Waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari untuk 6 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau 8 jam sehari untuk 8 hari kerja dan 40 jam dalam seminggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan Pemerintah (Pasal 1 ayat 1 Peraturan Menteri no.102/MEN/VI/2004).

Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 3 jam/hari dan 14 jam dalam 1 minggu diluar istirahat mingguan atau hari libur resmi.

Perhitungan Upah Lembur

Cara menghitung lembur ini didasarkan pada upah atau gaji bulanan dengan hitungan satu jam adalah 1/173 upah sebulan sesuai dengan Kepmenakertrans No. 102/MEN/VI/2004. Upah sebulan yang dimaksud adalah 100% upah yang terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap.

A. Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Kerja

1 jam pertama: 1,5 x 1/173 x upah sebulan

Jam kedua dan seterusnya: 2 x 1/173 x upah sebulan. Atau 75% upah bila terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap dan tunjangan tidak tetap dengan ketentuan upah sebulan tidak boleh lebih rendah daripada UMP (Upah Minimum Provinsi).

Contoh:

Jam kerja Ari adalah 8 jam sehari atau 40 jam dalam seminggu. Ia diharuskan kerja lembur selama 2 jam per hari selama 2 hari. Upah yang diterima Ari adalah Rp 4 juta sebulan (sudah termasuk tunjangan). Bagaimana perhitungan upah lembur yang diperoleh Ari?

Lembur jam pertama: 2 jam (selama dua hari) x 1,5 x 1/173 x Rp 4 juta = Rp 69.364,-

Lembur jam selanjutnya: 2 jam (selama dua hari) x 2 x 1/173 x Rp 4 juta = Rp 92.485,-

Total uang lembur yang didapat Susi adalah: Rp 69.364 + Rp 92.485 = Rp 161.849,-

B. Perhitungan Upah Lembur Pada Hari Libur/Istirahat

Peraturan Jam Lembur dan Perhitungan Upah Lembur Menurut Depnaker

Menghitung upah lembur membutuhkan ketelitian, terlebih jika setiap karyawan memiliki jam lembur yang tidak sama. Persoalannya, jika setiap bulan jumlah karyawan yang lembur cukup banyak, maka hal ini akan menjadi pekerjaan tambahan bagi perusahaan.

Namun kini perhitungan lembur karyawan bisa dikerjakan dengan mudah, cepat, dan akurat melalui OrangE HR. Perusahaan tidak perlu repot lagi menghitung lembur secara manual satu per satu.

Need Software Support?

Our support team is standing by with the resources and answers you need. Don't hesitate to contact us below:

PT. STRATEGIC PARTNER SOLUTION

Graha Indramas Building 6th Floor
Jl. K.S. Tubun Raya No. 77
Jakarta 11410
Phone : (+6221) 5367 3270
Marketing : +62 81287000879