Apa yang pertama kali muncul di pikiran Anda ketika mendengar istilah design thinking? Mungkin, Anda mengira design thinking hanya bisa dipakai oleh designer untuk merancang sesuatu. Padahal, siapapun bisa mengadopsi metode ini.

Jadi Siapa Saja yang Cocok Mengadopsi Metode Design Thinking?

  • Perusahaan ataupun organisasi yang ingin menciptakan produk/solusi yang sukses di masyarakat dengan risiko kegagalan minimal;
  • Pemimpin tim yang ingin meningkatkan kolaborasi dalam pengembangan produk;
  • Pekerja kreatif, freelancer, atau siapapun yang ingin meningkatkan pemahaman terhadap kebutuhan pengguna untuk membuat produk yang bermanfaat.

Lalu Apa itu Design Thinking?

Design Thinking adalah proses berulang dimana kita berusaha memahami pengguna, menantang asumsi, dan mendefinisikan kembali masalah dalam upaya mengidentifikasi strategi dan solusi alternatif yang mungkin tidak langsung terlihat dengan tingkat awal pemahaman kita. Pada saat yang sama, Design Thinking menyediakan pendekatan berbasis solusi untuk menyelesaikan masalah. Ini adalah cara berpikir dan bekerja serta kumpulan metode langsung.

Design Thinking berputar di sekitar minat yang mendalam dalam mengembangkan pemahaman dari orang-orang yang menjadi tujuan perancangan produk atau layanan. Hal ini membantu kita mengamati dan mengembangkan empati dengan target pengguna. Design Thinking membantu kita dalam proses bertanya: mempertanyakan masalah, mempertanyakan asumsi, dan mempertanyakan keterkaitannya.

John E. Arnold adalah salah satu penulis pertama yang menggunakan istilah design thinking. Dalam "Creative Engineering" (1959) dia membedakan 4 bidang pemikiran desain. Menurut Arnold, pemikiran desain dapat menghasilkan antara lain:

  • Fungsionalitas baru, yaitu solusi yang memenuhi kebutuhan baru atau solusi yang memenuhi kebutuhan lama dengan cara yang sama sekali baru.
  • Tingkat kinerja solusi yang lebih tinggi.
  • Menurunkan biaya produksi.
  • Peningkatan salabilitas.

Apa Manfaat Design Thinking?

Manfaat yang dapat diperoleh dengan menerapkan design thinking dalam perusahaan di antaranya:

  • Memudahkan perusahaan memahami kebutuhan calon konsumen;
  • Meningkatkan efisiensi proses desain;
  • Membantu menciptakan inovasi baru yang berkelanjutan;
  • Mengurangi risiko kegagalan produk;
  • Menghemat anggaran perusahaan;
  • Meningkatkan pendapatan.

Jadi dengan Design thinking bisa melakukan pendekatan untuk memecahkan masalah dengan fokus pada perspektif pengguna. Artinya, semua ide atau solusi yang Anda buat harus mempertimbangkan kebutuhan target konsumen.

Dengan melakukan design thinking, banyak manfaat design thinking menanti Anda. Terutama kaitannya dalam meningkatkan proses berinovasi perusahaan. Alhasil, produk yang Anda hasilkan pun menjawab kebutuhan target konsumen sekaligus bisa diterapkan oleh perusahaan.

Baca Juga: 4 Jenis Kontrak Kerja Karyawan di Indonesia

PT Strategic Partner Solution

The Bellezza Shopping Arcade 2nd Floor Unit SA15-16, Jl. Arteri Permata Hijau, Kec. Kby. Lama DKI Jakarta 12210
Phone: +62 81287000879
Email: info@myspsolution.com

© 2022 OrangE HR. All Right Reserved.
icon